Sabtu, Juni 22, 2024
spot_img

Kroasia Gagal ke Final Piala Dunia Karena Wasit dan Penalti

BolaMilenia.com – Kroasia gagal ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun. Keputusan wasit dan hukuman penalti disebut menjadi biang keladi kekalahan Kroasia di babak semifinal.

Seperti diketahui, Kroasia harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor telak 0-3. Hasil ini membuat tim asuhan Zlatko Dalic tersebut harus rela berlaga di perebutan tempat ketiga, Sabtu mendatang.

Gelandang Kroasia, Mateo Kovacic menyebut proses terjadinya gol pertama Argentina adalah hasil dari kesalahan wasit. Berawal dari tidak diberikannya tendangan pojok hingga penalti.

Kroasia Gagal ke Final Piala Dunia Karena Wasit dan Penalti
Twitter @HNS_CFF

“Saya tidak percaya tendangan Ivan Perisic tidak menjadi sepak pojok. Kemudian, penalti,” kata Kovacic seperti dilansir BolaMilenia dari LiveScore.

“Saya tidak pernah mengomentari keputusan wasit, bahkan tidak pernah ada keinginan melakukan hal tersebut. Tapi itu adalah kesalahan besar dan itu harus dibayar dengan kekalahan kami,” sambung Kovacic yang mendapat kartu kuning karena dinilai protes secara berlebihan.

Senada dengan Kovacic, sang kapten, Luka Modric juga menyebut penalti Lionel Messi yang mengubah jalannya pertandingan. Padahal, menurut Modric, Kroasia tampil lebih dominan sebelum gol Argentina dari titik putih terjadi.

“Gol pertama Argentina, saya rasa itu bukan penalti. Hal itu membuat kami sedikit frustrasi. Bebeapa saat sebelumnya, seharusnya kami mendapat sepak pojok,” kata Modric.

“Saya pikir setelah penalti, jalannya pertandingan menjadi berubah. Sebelumnya, kami lah yang menguasai pertandingan. Mungkin kami tidak terlalu berbahaya saat berada di depan gawang mereka,” tutup Modric.

Meski kalah di semifinal, Kroasia masih menyisakan satu laga lagi di Piala Dunia 2022. Mereka akan berebut tempat ketiga kontra Prancis atau Maroko.

Related Articles

Stay Connected

225,636FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru